Senin, 13 Februari 2012


ISTILAH – ISTILAH  pd  PROSES  PERTENUNAN
NO.
ISTILAH
PENJELASAN
1.
Serat
Adalah benda yang perbandingan antara panjang dan diameternya sangat besar.
2.
Stapel
Adalah serat yang mempunyai panjang terbatas (pendek)
3.
Filament
Adalah serat yang panjangnya berlanjut (sangat panjang)
4.
Benang
Adalah susunan serat-serat yang teratur kearah memanjang dengan diberi antihan/twist/puntiran.
5.
Peregangan
Adalah proses penarikan/penggeseran kedudukan serat-serat dalam sliver maupun roving.
6.
Antihan
Adalah pilinan / twist yang diberikan pada serat atau benang dengan tujuan untuk memberkan kekuatan.
7.
Cam/Eksentrik/Tapet
Adalah peralatan yang dapat merubah gerakan berputar menjadi gerak lurus.
8.
Beam
Adalah tempat menggulung benang lusi dengan posisi benang lusi sejajar satu dengan lainnya.
9.
Shuttle/Teropong
Adalah alat yang bergerak bolak-balik kearah lebar kain untuk membawa benang pakan.
10.
Coupling/Cluth
Adalah peralatan yang bias meneruskan atau memutus gerak putar.
11.
Benang lusi (Warp Yarn)
Benang-benang yang ditata sejajar satu sama lainnya dan dipasang diatas mesin tenun atau alat tenun yang arahnya Vertical dengan mesin tenun dan digulung pada boom tenun yang terletak dibelakang mesin tenun atau benang yang searah dengan panjang kain tenun.
12.
Benang pakan (Weft Yarn)
Benang yang berlari kekanan dan kekiri ( dipasang didalam teropong dalam bentuk gulungan palet atau dengan peralatan selain teropong berupa gulungan berbentuk cone atau cheese) yang arahnya Horisontal dengan mesin tenun atau benang yang searah dengan lebar kain tenun.
13.
Rencana tenun (Weaving Plan)
Suatu bagan yang memberikan petunjuk tentang hubungan antara anyaman, cucukan sisir, cucukan gun dan cara pengangkatan gun./kamran
14.
Anyaman (interlaching)
Terjadinya penyilangan antara benang lusi dan benang pakan atau perpindahan dari efek lusi diatas ke efek pakan dibawah atau sebaliknya dari efek pakan diatas ke efek lusi dibawah dan saling tegak lurus.
15.
Gambar anyaman
Suatu gambar anyaman yang diperlukan dlam rencana tenunan paling sedikit satu rapor, gambar anyaman ini memberikan petunjuk tentang bekerjanya benang-benang lusi dan pakan.
16.
Cucukan Sisir
(Reaching/RC)


Cucukan sisir teratur


Cucukan sisir berkelompok



Cucukan Sisir tak teratur
Cucukan sisir memberikan petunjuk tentang berapa banyak benang lusi yang dimasukan kedalam lubang sisir


Jenis cucukan sisir yang tiap lubang sisir diisi benang lusi sama banyak.

Jenis cucukan sisir yang tiap lubang sisir diisi benang lusi  tidak selalu sama banyaknya, tetapi merupakan kelompok-kelompok yang teratur (2helai, 2 helai, 3 helai, 3 helai, dst).

Jenis cucukan sisir yang tiap lubang sisir tidak selalu berisi benang lusi yang sama banyak dan tidak teratur pula (tidak merupakan kelompok-kelompok).
17.
Cucukan (Reaching/RC) gun
Cucukan yang menunjukan jenis anyaman yang akan dibuat sesuai dengan rencana tenun.
18.
Mulut lusi (Warp Shedding )
Adalah rongga (sudut) yang terbentuk ketika sekelompok gun yang mata gun berisi benang lusi membawa  (membagi) benang lusi sebagian dinaikkan dan sebagian diturunkan sehinga terbentuklah mulut lusi.
19.
Shedding Motion
Adalah gerakan pembentukan mulut lusi, gerakan ini terjadi karena adanya gerakan naik dan turunnya kamran yang berisi sekelompok gun dengan benang lusinya yang dimasukan kedalam mata gun.
20.
Picking Motion/inserting/tiking up
Adalah gerakan peluncuran benang pakan pada saat mulut lusi terbuka (terbentuk), dengan peralatan pemukul atau peluncur benang pakan.

NO.
ISTILAH
PENJELASAN
21.
Beating Motion
Adalah gerakan pengetekan/perapatan benang pakan dengan bantuan pukulan sisir tenun kearah ujung kain.
22.
Take-Up Motion
Adalah gerakan penarikan/penggulungan kain, dimana benang lusi telah dianyam dengan benang pakan shg menjadi kain, kemudian ditark untuk digulung pada rol (lalatan) kain.
23.
Letting-Off Motion
Adalah gerakan penguluran benang lusi, gerakan ini terjadi sewaktu kain tenun digulung pada rol kain maka pada saat yang bersamaan benang lesi harus diulur.
24.
Driving Motion
Adalah suatu gerakan yang merupakan sumber gerakan utama dari mesin tenun.
25.
Weft Stop Motion
Adalah gerakan yang menghentikan mesin tenun jika terjadi benang pakan putus
26.
Warp Stop Motion
Adalah gerakan yang menghentikan mesin tenun jika terjadi benang lusi putus.
27.
Loose reed Motion
Adalah gerakan penjaga teropong sistim sisir lepas, dimana gerakan tersebut juga berfungsi sebagai gerakan pengaman benang lusi dari kerusakan disaat teropong (alat peluncur benang pakan) gagal masuk kedalam laci atau berhenti ditengah mulut lusi, maka sisir akan terdesak kebelakang oleh dorongan teropong sampai sisir lepas dari kedudukannya. Shg mesin berhenti
28.
Fast reed Motion
Adalah gerakan penjaga teropong sistim sisir tetap, dimana gerakan tersebut juga berfungsi sebagai pengaman benang lusi dari kerusakan, disaat teropong gagal diluncurkan, maka peralatan degger akan bertumbukan dengan frog, sehungga mesin akan berhenti.
29.
Cop Change Motion
Adalah gerakan penggantian palet atau pirn, gerakan ini terjadi jika palet didalam teropong hampir habis kemudian diganti dengan palet yang berisi gulungan palet yg berada pada betry (Magasin) kedalam teropong.
30.
Shuttle Box Change Motion
Adalah gerakan penggantian kotak/bak teropong (wesel bak), yaitu gerakan pergantian teropong pada proses pertenunan guna membuat kain tenun yang bercorak kearah melintang atau arah pakan dengan jalan menggerakan/merubah posisi bak yang didalamnya terdapat teropong yang berisi peletan benang-benang pakan yang berwarna
31.
Weft Feller
Adalah gerakan peraba benang pakan yang merupakan salah satu peralatan pada Cop Change dan Shuttle Change pada mesin otomatis, yaitu gerakan untuk menghentikan mesin tenun sebelum benang pakan habis sama sekali/hamper habis pada guungan paletnya.
32.
Crank Shaft
Adalah poros utama atau poros engkol yang merupakan pusat gerakan mesin tenun yang bersumber dari putaran motor utama.


NO.
ISTILAH
PENJELASAN
33.
Inching (star satu-satu)
Adalah pengoperasian atau menjalankan mesin tenun dengan menekan tombol inch sedikit demi sedikit atau menggerakan handel star satu gerakan, satu gerakan. Tujuannya agar didapat posisi yang tepat sewaktu selesai perbaikan benang lusi dan benang pakan disaat putus.
34.
Indikacator Lamp
Adalah lampu petunjuk dengan sistim tower yang terdiri dari warna merah, kuning, hijau yang gunanya sebagai petunjuk bahwa mesin jalan atau berhenti. (ada yang berupa bendera dari plat berwarna warni dengan sistim manual)
35.
Sort No.
Adalah nomor yang dipakai untuk membedakan jenis kain terhadap kontruksi kain, jenis benang, nomr sisir, pick serta reed space (RS= lebar sisir efektif/ terpakai).
Missal :  Sort No. 11008 & Sort No. 11009, keduakain tersebut mempunyai konstruksi yang berbeda.
36.
Reed (sisir)
Adalah peralatan yang dipakai dalam proses pertenunan, berfungsi untuk merapatkan benang pakandan benang lusi sehingga terbentuklan kain tenun dan sebagai pengantar jalannya teropong atau peluncur benang pakan serta mengatur tetal/jumlah/kepadatn benang lusi.
37.
Reed 72/2
72/2 artinya setiap inchi reed/sisir terdapat 36 lubang dan setiap lubang berisi 2 helai benang lusi, sehingga jumlah benang lusi tiap inchi sebanyak 72 helai. (sisir yang mempunyai lubang sisir sebanyak 72 lubang setiap 2 inchi dan setiap lubang diisi 2 helai benang, maka jumlah benang setiap 2 inchi adalah 144 helai)
38.
Reed 80/4
80/4 artinya satu inchi reed/sisir terdapat 40 lubang dan setiap lubang berisi 4 helai benang lusi, sehingga jumlah benang lusi tiap satu inchi sebanyak 160 helai benang. (setiap 2 inchi terdapat 80 lubang sisir dan setiap lubang diisi 4 helai benang lusi, maka jumlah benang lusi setiap 2 inchi ada 320 helai benang).
39.
Sisir No. 60x2/4
Artinya tiap 2 inchi ada 60 lubang sisir depan dan ada 60 lubang sisir belakang atau tiap 2 inchi ada 120 lubang dan tiap lubang dicucuk 4 helai benang lusi.
40.
Sisir 51 x 125,6 x 0,2
Artinya lebar sisir 51 inchi, nomor sisir 125,6 dan tebal gigi sisir 0,2 mm, tiap 2 inchi ada 125,6 lubang
41.
Pick per Pick
Adalah jumlah benang pakan  setiap inchi pada kain tenun.
Missal: Pick 72 artinya satu inchi ada 72 helai benang pakan.
42.
Reed Space (RS)
Adalah lebar sisir yang terisi benang lusi (lebar sisir efektif/terpakai).
Missal : RS 67 artinya lebar sisir yang terisi benang lusi selebar 67 inchi.
43.
Gun (Haeld)
Adalah peralatan pada proses pertenunan yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan benang lusi, sehingga terbentuklah mulut lusi, juga berfungsi sebagai pemisah tiap helai benang lusi.

NO.
ISTILAH
PENJELASAN
44.
Shuttle (Teropong)
Adalah peralatan peluncur benang pakan, dimana gulungan benang pakan diletakan didalam teropong dan ujungnya dikaitkn sehingga saat meluncur benang pakan ditinggalkan didalam mulut lusi.
45.
Lade
Adalah dataran yang berfungsi untuk meluncurnya teropong / shuttle atau peralatan peluncur benan pakan dan tempat kedudukan sisir tenun yang terbuat dai kayu.
46.
Crank Arm
Adalah alat yang menghubungkan antara poros utama atau poros engkol dengan slay Sword atau kaki lade, yang fungsinya untuk merubah gerakan berputar menjadi gerakan maju – mundur.
47.
Slay Sword
Adalah peralatan sebagai tempat kedudukan lade/datar luncur, sisir tenun, laci/kotak teropong/shuttle box, yang dapat bergerak maju-mundur karena adanya gerakan dari poros utama yang dirubah oleh Crank Arm.
48.
Kamran (Haeld Frame)
Adalah rangka sebagai tempat kedudukan sekelompok gun/haeld yang terpasang pada rel, yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan sejumlah benang lusi sehingga terbentuklah mulut lusi.
49.
Lalatan /Boom/Beam
Adalah suata peralatan yang digunakan untuk memuat atau menggulung benang lusi dengan lebar, jumlah dan panjang benang lusi tertentu.
50.
Back Rest (back Rod)/ gandar belakang
Adalah peralatan yang terletak dibelakng mesin tenun sebagai kedudukan rol pengantar lewatnya benang lusi ketika proses pertenunan berlangsung

1 komentar:

  1. Mas Totok, saya mau tanya, bahasa indonesianya istilah "sley shaft" apa ya?

    BalasHapus